Logo PT. Tisata Inovasi
October 28th, 2009 by azzoman







Posted in News | No Comments »
Detik demi detik terus berlalu, jam demi jam makin berjalan, hari ke hari semakin terasa cepat, orang orang lalulalang sibuk menjalanin kegiatan sehari-harinya, ada yang sederhana dengan segala ka rendahan diri ada yang rakus dengan segara ketamakan dan angkara murka.
sudah sering ku dengar teriakan pemuda-pemuda, jeritan para istri tangisan balita di tanah nan subur lohjinawi ini, namun apa semua itu didengar oleh sang penguasa, tentu didinger namun masuk kuping kiri keluar kuping kanan, karena sang penguasa sedang sibuk menerima tamu negara dan menaikan gaji para petinggi negara.
biarkan rakyat melolong toh kami sudah menjadi penguasa, naikan gaji kembalikan modal biar segera kembali modal usaha
dijaman Khalifah umar kekuasan adalah tanggug jawab dan amanah penuh dari sang pencipta untuk dipertanggung jawabkan di dunia maupun di akhirat, namun dijaman Khakifah moneyiah kekuasan adalah cita-cta dan tanggung jawab terhadap adidaya, yang penuh dengan trik intrik rekaysa dan manipulasi serta peredaran biaya yang cukup tinggi.
Biaya Kampanye satu putar pilihan saja bisa cukup untuk biaya seumur hidup simiskin, namun apakah berfikir untuk lebih baik memperbaiki bangsa ini?
bisa jadi ya bisa jadi tidak, ya memperbaiki bangsa dengan cara pandang sendiri, baginya bangsa adalah dirinya bangsa adalah kelompoknya, dan bisa jadi tidka karena buat apa toh bangsa di perbaiki ataupun tidak tetap saja manusia susah diatur, ada hukum a bertentangan dengan HAM membela kedaulan negara dianggap melanggar HAm dan sebagainya, mengajar anak dengan kerasa diki dibilang melanggar ham, padahal alam Islam, bila anak umur 7 tahun diajarkan shola tidak mau maka pukul sekali tetapi denga pukulan tidak menyakitkan, namun itu juga melanggar HAM.
jaman skrang adalah jama Khalifah Moneyiah dimana Konglomerasi dan HAm menjadi tameng semua orang.
saya rasa bagi yang mengakui dirinya seorang muslim yang beriman lebih baik kembali ke ajaran Al-qur’an dan Sunanah Nabi bukan kembali ke ajaran PBB dan HAM nya…
Indonesia Bukan Amerika
Indonesia Punya Kita bukan punya Asing
Namun Indonesia Didikte amerika lewat para demang-demang moderen
Namun Indonesia SDA nya di angkut ke negeri asing
Indonesia tetap saja saling mencaci sesama bangsanya sendiri
semoga di hari yang bersejarah ini Indonesia kembali ke tangan Pemuda Pemuda pejuang Sejati bukan Pejuang Topeng
Posted in News, Politik | No Comments »
Sistem Informasi Rumah Sakit atau SIRS atau juga sering di sebut SIM-RS, kian marak dan dipergukana di berbagai rumah sakit baik pemerintah maupun swasta, namun sayang seribukali sayang banyak rumah sakit yang tergiur dengan portofolio vendor yang banyak dengan tidak dilakukan kunjungan ke rumah sakit yang tetera di portofolio,
langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh rumah sakit yang ingin menerapkan SIRS atau SIMRS
1. dokumen administrasi dengan di chek langsung ke lokasi perusahaan berada
2. tenaga ahli dengan mengkontak langsung beberapa tegana ahli yang tercantum untuk mengcroschek kebenarannya
3. demo konsep dan aplikasi
4. beauty contest dengan melibatkan sample user
5. site visit atau kunjungan ke rumah sakit yang telah menggunakan sistem informasi rumah sakit tersebut minimal telah berjalan 3 tahun
kiranya kelima point diatas yang harus menjadi acuan bagi pengelola rumah sakit sehingga tidak akan tersilaukan dengan portofolio yang banyak padahal hanya satu rumah sakit yang masih menggunakan itupun baru beberapa bulan
Posted in Teknologi Informasi | No Comments »
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya……. cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
“Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” ” Ada !” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.
Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
Posted in Agama | No Comments »
Sumber : Kompas
Pernah mendengar istilah “salah bantal”? Ya, sakit pada leher di pagi hari yang membuat Anda sulit menengok. Sakitnya bisa terjadi seharian. Saking sakitnya, mood Anda bisa berubah seharian karenanya. Bisa jadi, sakit pada leher ini terjadi karena posisi leher Anda tidak sempurna saat tidur, alias miring, sehingga membuat otot leher Anda kram.
Ahli kebugaran, Laurie Steelsmith, ND, menyarankan agar Anda meluangkan waktu saat mandi untuk meredakan ketegangan akibat kram otot pada leher. Menurutnya, leher yang tegang terjadi karena adanya sirkulasi darah dan cairan kelenjar yang lamban menuju jaringan otot. Gunakan terapi hidro kontras (contrast hyrdotherapy) di pagi hari di bagian yang sakit untuk menguranginya.
Caranya, ketika mandi dengan shower, siram leher yang sakit dengan air hangat selama 20 detik untuk meningkatkan aliran darah, lalu ganti dengan air dingin selama 10 detik. Lakukan hal ini selama 3 kali, dan selalu akhiri dengan air dingin. Ketika Anda usai mandi, tubuh Anda akan mengirimkan aliran darah ke arah kulit sehingga ada pembukaan pembuluh darah, dan leher tak lagi tegang.
Posted in News | No Comments »
Asalamu’alaikum Wr.Wb.
Segala puji bagi Allah penguasa Alam semesta dan kita bersaksi bahwasannya tiada tuhan melainkan Allah Swt dan Muhammad adalah utusannya sebagai Nabi Akhir Jaman Nabi penutup para Nabi dan Rasul…
melihat kondisi Alam saat ini marilah kita reungkan Ayat2 Al-Qur’an di bawah ini
Gmpa d Tasik jm 14:52. Lht Q.S.14:52.
(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
dan
Gmpa d Padang jm 17:16. Lht Q.S.17:16.
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
dan
Gempa d jambi jm 8:52. Lht Q.S.8:52.
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.
melihat aya-ayat diastas marilah kita bermuhasabah, bertapakur, dan mengkoreksi diri kita masing-masing, sebagai seorang Muslim sudah kita menjadi Muslim yang Iklas, berserah diri sama keputuasan2 ilahi atau termasuk pembangkangnya…
semoga Allah mejauhkan segala benca dan api neraka dari kita .. aamin…
Posted in Agama | No Comments »

Parahyangan atau Priangan adalah daerah Sunda di Jawa Barat yang luasnya mencakup wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cimahi, Bandung, dan Cianjur.
Priangan atau Parahyangan sering diartikan sebagai tempat para rahyang atau hyang. Tempat yang sangat indah bagi pecinta wisata alam.
Priangan saat ini merupakan salah satu wilayah Propinsi Jawa Barat yang mencakup Kabupaten Cianjur, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, yang luasnya mencapai sekitar seperenam pulau Jawa (kurang lebih 21.524 km persegi). Bagian utara Priangan berbatasan dengan Karawang, Purwakarta, Subang dan Indramayu; sebelah selatan dengan Majalengka, Kuningan; dengan Jawa Tengah di sebelah timur dibatasi oleh sungai Citanduy; di barat berbatasan dengan Bogor dan Sukabumi, sedangkan di selatan berhadapan dengan Samudera Indonesia.
Relief tanah daerah Priangan dibentuk oleh dataran rendah, bukit-bukit dan rangkaian gunung membuat Priangan menjadi surga bagi pecinta wisata alam. Rangkaian Gunung mulai dari Gunung Gede, Gunung Ciremai, Gunung Kancana, Gunung Masigit, Gunung Salak, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, Gunung Malabar, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Tampomas, Gunung Calancang, Gunung Cakra Buana, Gunung Guntur, Gunung Haruman, Gunung Talagabodas, Gunung Karacak, Gunung Galunggung, Gunung Cupu, Gunung Cula Badak, Gunung Bongkok, Gunung Syawal.

Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Ciremai

Kawah Gunung Galunggung
Rangkaian pegunungan yang mengelilingi Priangan ini dilengkapi banyak nya sungai yang menjadikan Priangan wilayah yang sangat subur.

Kuliner
Berwisata tanpa menikmati makanan akan terasa hambar. Di Priangan banyak terdapat makanan khas yang tersebar di berbagai daerah, seperti Tahu Sumedang, Dodol Garut, TO (tutug oncom) di Tasik, Ciamis memiliki galendo, dan masih banyak lagi. Makanan khas ini dijamin akan membuat wisatawan puas dengan rasa dan jenisnya yang sangat beragam.
Tahu Sumedang
Dodol Garut
Wisata Budaya
Bagi pecinta wisata budaya, sejarah Priangan berikut ini dapat menjadi sumber menemukan tempat-tempat sejarah di Priangan.
Sejarah
Sebelum jatuh ke dalam kekuasaan Mataram, wilayah Priangan mencakup wilayah antara sungai Cipamali di sebelah timur dan sungai Cisadane di sebelah barat, kecuali wilayah Pakuan Pajajaran dan Cirebon. Setelah kekuasaan Kerajaan Sunda di Pakuan diruntuhkan oleh Kesultanan Banten (1579/1580), wilayah peninggalannya terbagi ke dalam dua kekuasaan: Kerajaan Sumedang Larang dan Kerajaan Galuh. Sumedang Larang yang pusat pemerintahannya di Kutamaya (wilayah barat Kota Sumedang saat ini) dipimpin oleh Prabu Geusan Ulun (1580-1608).
Sultan Agung
Takluk ke Mataram
Sepeninggal Prabu Geusan Ulun, kekuasaan Sumedang Larang diwariskan kepada anak tirinya, Raden Aria Suriadiwangsa (1608-1624). Tahun 1620, karena terjepit oleh tiga kekuasaan (Mataram di timur, Banten dan Kompeni di barat), Aria Suriadiwangsa memilih menyerahkan diri ke Mataram (ibunya, Ratu Harisbaya, adalah saudara Sutawijaya). sejak saat itu, Sumedang Larang diubah menjadi Kabupaten Sumedang di bawah kekuasaan Mataram, demikian pula wilayah lainnya yang kemudian menjadi bawahan Mataram yang diawasi oleh Wedana Bupati Priangan. Untuk jabatan Wedana Bupati Priangan, Sultan Agung memilih Aria Suriadiwangsa dengan gelar Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata (Rangga Gempol I, 1620-1624).
Ketika kekuasaan Priangan dipegang oleh Pangeran Rangga Gede (mewakili Rangga Gempol yang ditugaskan untuk menaklukkan daerah Sampang, Madura), Sumedang diserang Banten. Karena tidak mampu mengatasi serangan Banten, Rangga Gede kemudian ditahan di Mataram, sedangkan Priangan diserahkan kepada Dipati Ukur, dengan syarat harus merebut Batavia dari VOC. Dipati Ukur saat itu menjabat Wedana Bupati Priangan di wilayah Bandung saat ini, yang membawahi wilayah Sumedang, Sukapura, Bandung, Limbangan, serta sebagian Cianjur, Karawang, Pamanukan, dan Ciasem. namun, karena gagal memenuhi syarat merebut Batavia (1628), dan sadara bahwa dirinya akan dihukum oleh Sultan Agung, Dipati Ukur berontak. Pemberontakan Dipati Ukur baru bisa dilumpuhkan pada tahun 1632, setelah Mataram dibantu oleh beberapa pemimpin Priangan. Jabatan Wedana Bupati Priangan selanjutnya diserahkan kembali kepada Rangga Gede.
Akibat pemberontakan Dipati Ukur, dalam Piagam Sultan Agung bertanggal 9 Muharam tahun Alip (menurut F. de Haan, tahun Alip sama dengan tahun 1641 Masehi, tetapi ada beberapa keterangan lain yang menyebutkan bahwa tahun Alip identik dengan tahun 1633), daerah Priangan di luar Galuh dibagi lagi menjadi empat kabupaten:
Sumedang (Rangga Gempol II, sekaligus Wedana Bupati Priangan),
Sukapura (Ki Wirawangsa Umbul Sukakerta, bergelar Tumenggung Wiradadaha),
Bandung (Ki Astamanggala Umbul Cihaurbeuti, bergelar Tumenggung Wiraangun-angun),
Parakan Muncang (Ki Somahita Umbul Sindangkasih, bergelar Tumenggung Tanubaya).
Wilayah Priangan kemudian dimekarkan dengan diubahnya Karawang menjadi kabupaten mandiri, sedangkan wilayah Galuh (Priangan Timur) dibagi empat kabupaten: Utama, Bojonglopang (Kertabumi), Imbanagara, dan Kawasen.
Sepeninggal Sultan Agung (1645), Mataram dipimpin oleh anaknya, Sunan Amangkurat I (Sunan Tegalwangi, 1645-1677). Antara tahun 1656-1657, wilayah Mataram Barat (Mancanegara Kilen) dibagi menjadi dua belas ajeg sekaligus menghapus wedana bupati di Priangan: Sumedang, Parakan Muncang, Bandung, Sukapura, Karawang, Imbanagara, Kawasen, Wirabaja (Galuh), Sekacé (Sindangkasih), Banyumas, Ayah (Dayeuhluhur), jeung Banjar (Panjer).
Jatuh ke VOC-Hindia Belanda
Wilayah Priangan jatuh ke dalam kekuasaan VOC sebelum Mataram benar-benar takluk kepada VOC (1757). Berdasarkan “perjanjian” antara Mataram dan VOC tahun 1677 (perjanjian 19-20 Oktober), Priangan Barat dan Tengah diserahkan kepada VOC, sedangkan Priangan Timur dan Cirebon tahun 1705 (perjanjian 5 Oktober).
Dalam piagam bertanggal 15 November 1684, VOC secara resmi mengangkat para pemimpin Priangan untuk memerintah wilayahnya masing-masing. Pada tahun 1706, VOC mengangkat Pangeran Aria Cirebon menjadi Bupati Kumpeni, yang tugasnya mengawasi dan memimpin bupati-bupati di Priangan agar patuh pada kewajiban-kewajibannya kepada Kumpeni. Ketika masa VOC ini, Priangan menjadi salah satu sumber hasil bumi utama dengan adanya program yang disebut Preangerstelsel (Sistem Priangan), yang utamanya menghasilkan kopi.
Pada masa Hindia Belanda (setelah VOC bangkrut), Gubernur H. W. Daendels mengadakan proyek Grote Postweg (Jalan Raya Pos), yaitu membangun jalan dari Anyar di ujung barat hingga Panarukan di ujung timur Jawa. Selain itu, Daendels juga semakin menggiatkan penanaman kopi di Priangan, terutama di daerah Cianjur, Bandung, Sumedang, dan Parakan Muncang (1808-1809). Limbangan, Sukapura, dan Galuh digabung dengan Cirebon (Cheribonsche Preangerlanden), namun tidak lama kemudian Limbangan dan Sukapura dikeluarkan dari wilayah administrasi Cirebon.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda (1808-1942), status Priangan adalah karesidenan yang beribukota Cianjur (namun kemudian sejak tahun 1864 dipindahkan ke Bandung). Dengan masuknya Galuh (awal abad ke-20), wilayah Karesidenan Priangan bertambah: Priangan menjadi 6 kabupaten; Cianjur, Bandung, Sumedang, Limbangan, Sukapura, dan Galuh.
Posted in Jaket Kulit, News | No Comments »
JAKARTA - Keberanian tentara Malaysia melakukan manuver di wilayah perbatasan Indonesia disinyalir muncul karena penilaian atas lemahnya kepemimpinan di Indonesia saat ini.
Keadaan ini tentu sangat berbeda saat Indonesia di bawah kendali Presiden Soekarno dan Soeharto yang dikenal keberaniannya oleh dunia internasional.
“Pemimpin Indonesia yang lemah juga berpengaruh kepada bawahannya. Mereka menjadi takut karena tidak adanya perintah jelas dari atasan,” ujar ahli pertahanan Indonesia Letjen (Purn) Syarwan Hamid dalam talk show bertema Prahara dengan Malaysia: Dari Ambalat hingga Manohara, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (5/06/2009).
Para pemimpin Malaysia dalam kasus ini telah berhitung, Pemerintah Indonesia akan menempuh jalur diplomasi. Sehingga persoalan sengketa perbatasan akan diselesaikan dalam forum pertemuan yang berkelanjutan.
“Tidak akan ada penyelesaian, jadi cara yang terbaik adalah keberanian dari prajurit di perbatasan,” ungkapnya.
Penurunan kualitas kepemimpinan ini sangat disayangkan Syarwan. Ke depan dia berharap para calon pemimpin yang akan berlaga dalam pilpres apabila terpilih bisa memiliki keberanian dalam segala hal, khusunya menyangkut pertahanan Indonesia yang saat ini sistemnya kurang jelas.
“Pertahanan kita tidak jelas, lihat saja pesawat kita tidak diapa-apain sudah jatuh, apakah sistem keamanan dan pertahanan kita sudah siap, itu yang tidak dibangun oleh negara kita,” pungkasnya.
Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »
Jika kewajiban suami aja tidak pernah terpenuhi bagaiman mau memenuhi kewajiban seorang kepala negara? mana mungkin……… tentunya palsu dan janji janji surga bukan… jadi jangan mentang-mentang sudah haji, mentang-mentang di dukung partai islam lantas merasa diri sudah islami, bagimana mau melindungi rakyat yang dipecat kerja gara-gara memakai jilbab seperti kasus di rs mitra keluarga, wong melindungi istri dari sisak api neraka aja tidak mampu kok…..
“Hai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan cara paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)
Menikah adalah fitrah manusia. Rasulullah saw. menyebut menikah sebagai sunahnya. Bahkan, Nabi berkata, siapa yang membenci sunahnya, tidak termasuk dalam golongannya.
Setiap kita, pasangan muslim dan muslimah yang melakukan pernikahan, paham betul bahwa tujuan menikah yang utama adalah untuk mendapatkan ridha Allah. Setelah itu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawahdah wa rahmah dan meneruskan keturunan dengan memperoleh anak-anak yang saleh dan salehah. Kita juga menyadari bahwa lembaga keluarga yang kita bentuk adalah wadah untuk melaku proses perubahan, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Sepasang suami-istri yang dipersatukan oleh ikatan pernikahan juga sadar bahwa keluarga adalah organisasi kecil yang memiliki aturan dalam pengelolaannya. Karena itu, sepasang suami-istri harus bisa memahami hak dan kewajiban dirinya atas pasangannya dan anggota keluarga lainnya.
Sepasang suami-istri dalam berinteraksi di rumah tangga sepatutnya melandasi hubungan mereka dengan semangat mencari keseimbangan, menegakkan keadilan, menebar kasih sayang, dan mendahulukan menunaikan kewajiban daripada menuntut hak.
Kewajiban seorang istri terhadap suaminya adalah :
Pertama, mentaati suami. Namun, dalam mentaati suami juga ada batasannya. Batasan itu adalah seperti yang disabdakan Rasulullah saw., “Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk bermaksiat kepada Allah, Sang Pencipta.”
Kedua adalah menjaga kehormatan dirinya, suami, dan harta keluarga. Ketiga, mengatur rumah tangga. Keempat, mendidik anak-anak. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita adalah pengasuh dan pendidik di rumah suami, dan bertanggung jawab atas asuhannya.” Keluarga adalah prioritas seorang istri, meski tidak ada larangan baginya untuk melakukan peran sosialnya di masyarakat seperti berdakwah, misalnya.
Ketiga adalah berbuat baik kepada keluarga suami.
Sedangkan kewajiban seorang suami kepada istrinya adalah :
Pertama, membayar mahar dengan sempurna.
Kedua, memberi nafkah. Rasulullah saw. bersabda, “Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah; dan kewajiban kamu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik.”
Ketiga, suami wajib memberi perlindungan kepada istrinya.
Keempat, melindungi istri dari siksa api neraka. Ini perintah Allah swt., “Hai orang-orang yang beriman, selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Allah berfirman, “Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nisa: 19)
Rasulullah saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya; dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (Tirmidzi)
Di ayat 19 surat An-Nisa di atas, Allah swt. menggunakan redaksi “muasyarah bil ma’ruf”. Makna kata “muasyarah” adalah bercampur dan bersahabat. Karena mendapat tambahan frase “bil ma’ruf”, maknanya semakin dalam. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menulis makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan “perbaikilah ucapan, perbuatan, penampilan sesuai dengan kemampuanmu sebagaimana kamu menginginkan dari mereka (pasanganmu), maka lakukanlah untuk mereka.”
Sedangkan Imam Qurthubi dalam tafsirnya menerangkan makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Pergaulilah istri kalian sebagaimana perintah Allah dengan cara yang baik, yaitu dengan memenuhi hak-haknya berupa mahar dan nafkah, tidak bermuka masam tanpa sebab, baik dalam ucapan (tidak kasar) maupun tidak cenderung dengan istri-istri yang lain.”
Adapun Tafsir Al-Manar menerangkan makna ”muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Wajib atas orang beriman berbuat baik terhadap istri mereka, menggauli dengan cara yang baik, memberi mahar dan tidak menyakiti baik ucapan maupun perbuatan, dan tidak bermuka masam dalam setiap perjumpaan, karena semua itu bertentangan dalam pergaulan yang baik dalam keluarga.”
Di antara bentuk perlakuan yang baik adalah melapangkan nafkah, meminta pendapat dalam urusan rumah tangga, menutup aib istri, menjaga penampilan, dan membantu tugas-tugas istri di rumah.
Salah satu hikmah Allah swt. mewajibkan seorang suami ber-muasyarah bil ma’ruf kepada istrinya adalah agar pasangan suami-istri itu mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Karena itu, para ulama menetapkan hukum melakukan “muasyarah bil ma’ruf” sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh para suami agar mendapatkan kebaikan dalam rumah tangga.
Karena itu, para suami yang mendambakan kebaikan dalam rumah tangganya perlu mendalami tabiat perempuan secara umum dan tabiat istrinya secara khusus. Jika menemukan ada sesuatu yang dibenci dalam diri istri, demi kebaikan keluarga temukan lebih banyak kebaikan-kebaikannya. Suami juga harus tahu apa perannya dalam rumah tangga. Dan, jangan pernah mencelakan istri dengan kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.,” Apa hak istri terhadap suaminya?” Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan apa yang kamu makan , memberi pakaian apa yang kamu pakai, tidak menampar mukanya, tidak membencinya serta tidak boleh memboikotnya.”
Bagaimana jika timbul perselisihan? Cekcok antara suami-istri adalah hal yang manusiawi. Jika Rasulullah saw. memberi toleransi waktu tiga hari bagi dua orang muslim saling mendiamkan satu sama lain, alangkah baiknya jika suami-istri saling mendiamkan di pagi hari, di malam harinya sudah bisa saling senyum lagi. Kenapa?
Sebab, pasangan suami-istri muslim dan muslimah paham betul bahwa perselisihan mereka adalah gangguan Iblis. Rasulullah saw. pernah menerangkan kepada para sahabat, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengirim pasukannya, maka yang paling dekat kepadanya, dialah yang paling besar fitnahnya. Lalu datanglah salah seorang dari mereka seraya berkata: aku telah melakukan ini dan itu, Iblis menjawab, kamu belum melakukan apa-apa. Kemudian datang lagi yang lain melapor, aku mendatangi seorang lelaki dan tidak akan membiarkan dia, hingga aku menceraikan antara dia dan istrinya, lalu Iblis mendekat seraya berkata, “Sangat bagus kerjamu” (Muslim)
Begitulah, Iblis menjadikan menceraikan pasangan suami-istri sebagai prestasi tertinggi tentaranya. Karena itu, Islam mencegah perbuatan yang bisa menyebabkan perselisihan suami-istri. Karena itu, jika cekcok dengan pasangan hidup Anda, segera selesaikan masalahnya. Upayakan selesaikan masalah rumah tangga sendiri. Jangan menghadirkan pihak ketiga. Jika belum selesai juga, hadirkan seseorang yang bisa menjadi hakim yang bisa diterima kedua belah pihak.
Seiring dengan panjangnya perjalanan waktu dan lika-liku kehidupan, kadang ikatan pernikahan mengkendur. Karena itu, perkuat lagi ikatan itu dengan mengingat-ingat kembali tujuan pernikahan. Bangun komunikasi yang positif. Komunikasi adalah kunci keharmonisan. Karena itu, pahami betul cara berkomunikasi pasangan Anda. Dan, hidupkan syuro dalam keluarga. Bahkan untuk urusan kecil sekalipun perlu dibicarakan bersama. Insya Allah, Allah swt. akan memberi kebaikan yang banyak dalam keluarga Anda. Amin.
Menyimak artikel yang ditulis oleh saudara priandoyo tentang memilih sistem informasi yang terbaik, dalam tulisan tersebut di katakan bahwa jangakan sistem yang gurem sistem kelasnya ERP aja jor joran banting harga untuk masuk ke intansi atau rumah sakit.
kajian yang penulis bisa luruskan dalam hal sistem informasi rumah sakit adalah cara pandangan baik vendor maupun pihak manajemen rumah sakit yang keliru tentang pemaham sebuah sistem yang baik dan bisa di applikasi dengan baik pula di sebuah intansi tersebut.
dalam pandangan saya sebuah sistem informasi rumah sakit yang baik bukan di tentukan dengan harga sebuah software atau sebuah software telah berjalan dengan baik di rumah sakit lain, namun sebuah sistem rumah sakit yang baik adalah pengembangan atau pengadaan sistem yang diawali dengan rancangan, perencaan yang baik dan benar dan disesuaikan dengan kondisi manajemen dan kondisi alur proses di rumah sakit tersebut, sehingga sebelum menggunakan atau mengundangan vendor vendor sofware lebaik dilakukan kajian terlebih dahulu apakah rumah sakit tersebut sudah layak dan bisa menerapakan polo sistem yang terstruktur dan terintegrasi satu sama lain atau masih terjadi individualistis proses dari masing-masing unit yang ada.
maka untuk menghasilkan sebuah sistem informasi rumah sakit yang baik dan bisa berjalan optimal disebuah intansi diperlukannya sebuah perancangan sistem sehingga pada pemilihan vendor nanti akan dilakukan hal-hal sebagai berikut
1. melakukan proses beuty contest
2. presentais fitur yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan jangka 5 th kedepan
3. memilih vendor yang sudah berpengalaman deploment pada rumah sakit lain dengan tingkat keberhasilan diatas 60%
sehingga user dan pihak manajemen tidak membeli sebuah sitem seperti membeli kucing dalam karung lagi, atau bila perlu dilakukan uji coba pemakain sistem jangka waktu 1 minggu atau 1 bulan.
untuk proeses itu semua sebuah intansi tidak bisa berjalan sendiri tentu harus di dampingi seorang konsultan yang sangat handal dalam analisa kebutuhan sistem informasi rumah sakit, sehingga bisa memberikan arahan sistem seperti apa dan yang bagaimana yang cocok diterapkan dengan pola proses yang ada di instansi tersebut.
akhiranya pada dasarnya dalam melaksanakan proses pengadaan sistem ini banyak keterlibatan orang-orang yang justru bukan membuat sistem berjalan dengan baik tapi malah membuat sistem seperit layaknya sepotong kue yang bias dicabik cabik, sehingga beberapa rumah sakit akan slalu “Ganti Manajemen Ganti Sistem”
salam
Agus Kurniawan
Posted in Bisnis & Usaha, News, Teknologi Informasi | No Comments »